← Kembali ke Postingan Blog

Pendakian Gunung Slamet 3.428 MDPL dari Jakarta

Oleh Shandi Irawan di Perjalanan & Pendakian pada July 30, 2025

Pendakian Gunung Slamet 3.428 MDPL dari Jakarta

Hai travelers dan para pecinta ketinggian! Kali ini, saya mau share cerita seru dan sedikit tips buat kalian yang berencana menaklukkan Gunung Slamet 3.428 MDPL via Bambangan, khususnya buat yang dari Jakarta dan sekitarnya. Perjalanan ini total 3 hari 3 malam yang penuh drama, tawa, dan pemandangan luar biasa!

Bagian 1:

Perjalanan ke Basecamp & Persiapan Awal Petualangan kami dimulai dari Jakarta, tepatnya Terminal Grogol, pada Jumat, 26 Juni 2025, pukul 21.00 WIB. Nanti cari aja PO bus kesukaan kalian wkwk. Tujuan kami? Bobotsari, Purbalingga. Naik bus malam, kami tiba di tujuan sekitar pukul 05.30 pagi keesokan harinya. Setelah sedikit istirahat buat meluruskan badan di terminal, kami langsung tancap gas menuju Basecamp Bambangan menggunakan losbak yang udah janjian sebelumnya. Sensational banget sih rasanya pagi-pagi naik losbak dengan angin sepoi-sepoi! 

Sesampainya di basecamp, agenda wajib tentu saja istirahat wkwkwk dan packing ulang. Oh ya, buat kalian yang berencana mendaki via Bambangan, ada cek kesehatan wajib di basecamp ya. Kalau punya surat kesehatan sendiri dari rumah sakit atau klinik, itu lebih baik dan bisa langsung dipakai. Tapi kalau lupa atau belum sempat bikin, jangan khawatir! Kalian bisa bikin di basecamp dengan biaya sekitar Rp25.000 per orang. Selain itu, jangan lupa siapkan biaya simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) yang sekitar Rp30.000 (maaf, agak lupa persisnya). Yang paling penting, siapkan materai Rp10.000 untuk pernyataan ketua rombongan nanti di loket. Kalau lupa bawa materai, di basecamp juga ada kok yang jual dengan harga sekitar Rp15.000. Pokoknya, persiapkan segala dokumen ini biar pendakian lancar jaya tanpa hambatan birokrasi!

Bagian 2: Dimulainya Pendakian & Misi Penyelamatan Lahan Tenda! Hahahaha

Setelah semua urusan administrasi beres dan perut terisi, kami memutuskan untuk memulai pendakian agak santai, sekitar pukul 11.00 siang. Pastinya, biar lebih efisien waktu dan tenaga, kami naik ojek dong! Biaya ojek sampai Pos Bayangan 1 itu Rp45.000, sementara kalau sampai Pos 1 harganya Rp70.000. Saya sih pilih yang sampai Pos Bayangan 1, biar sensasi mendakinya tetap terasa (alasan menghemat doitt jugaa) hehe. 

Jujur, rasanya memang sensational banget naik ojek gunung broo! Saya tidak terlalu ingat detail waktu tempuh rombongan kami saat itu, tapi rasanya lumayan cepat karena kami sudah memulainya dari elevasi ketinggian yang cukup tinggi. Buat kalian yang penasaran detail estimasi waktu dan jarak per pos, nanti bisa cek peta yang dikasih sama pihak basecamp, atau searching saja "peta jalur Bambangan Slamet" di internet dan itu hanya estimasi ya, tergantung fisik dan kondisi kita juga.

Setelah melewati Pos 1, Pos 2, dan Pos 3, kami memutuskan untuk istirahat sejenak buat salat, makan siang, dan rebahan sejenak sambil menikmati cemilan. Melihat basecamp Pos 3 yang lumayan ramai pendaki, kami pun berunding. Rombongan kami yang total 6 orang dari Jakarta akhirnya sepakat untuk memecah tim jadi dua. Tujuannya satu: mengamankan lahan untuk membangun tenda di pos tujuan. Tim pertama, termasuk saya, langsung tancap gas duluan menuju Pos 5, yang memang sudah disepakati jadi lokasi camp kami.

Kami tiba di Pos 5 sekitar pukul 15.30 sore, dan benar saja! Pos 5 sudah PENUH!. Dengan dua tenda yang kami bawa dan keinginan untuk tetap dekat-dekatan, mencari lahan jadi tantangan tersendiri. Untungnya, setelah berusaha mencari lahan, kami menemukan spot di dekat warung, dekat pohon tumbang. Pas banget buat dua tenda. Dengan sigap, kami mulai merapikan lahan menggunakan cangkul portabel yang saya bawa. Alhamdulillah, kami berhasil mendapatkan lahan untuk dua tenda! Tapi drama tidak berhenti di situ. Malam harinya, hujan turun lumayan deras. Saluran air yang kami buat di awal ternyata tidak sekokoh yang diperkirakan dan sempat jebol! Jadilah kami harus merapikan dan memperlebar saluran air lagi di tengah hujan demi keamanan tenda. Setelah fix semua, kami lanjut masak, makan malam, dan akhirnya bisa tidur dengan nyenyak setelah perjalanan panjang.

Bagian 3: Summit yang Santai, rencana awal untuk summit ke puncak adalah pukul 02.30 atau 03.00 pagi. Tapi ya namanya juga pendaki, kemalasan seringkali melanda, haha. Alhasil, kami baru memulai summit di pukul 05.00 pagi! Gapapa lah ya, yang penting senyamannya! Perjalanan menuju puncak Slamet melewati Pos 6, 7, 8, dan 9. Jujur, saya lagi-lagi lupa detail waktu tempuh per posnya yang kita lalui, tapi yang jelas, kami tiba di puncak sekitar pukul 08.00 pagi. Sedikit lebih siang dari ekspektasi, tapi ini karena kami menghabiskan waktu lumayan lama di Pelawangan (Pos 9) untuk menikmati sunrise yang indah dan lautan awan yang membentang luas. Pemandangannya memang worth it banget!

Kami mulai turun dari puncak sekitar pukul 09.00 lebih, karena infonya dari basecamp, waktu maksimal di puncak adalah sampai pukul 10.00 pagi. Setelah kembali ke tenda, kami langsung menyiapkan sarapan untuk mengisi energi. Setelah perut kenyang, tentu saja, istirahat dulu dong sebelum melanjutkan perjalanan turun. Perjalanan turun kami mulai setelah selesai packing perlengkapan, sekitar pukul 14.00 siang. Kami tiba kembali di basecamp sekitar pukul 18.30 malam. Dan tentu saja, dari Pos Bayangan 1, kami tetap mendukung ekonomi warga dengan naik ojek lagi sampai basecamp! Hehehe. Perjalanan turun aman terkendali!

Bagian 4: Kembali ke Jakarta & Tips untuk Perjalanan Pulang.

Setelah sampai di basecamp, kami memutuskan untuk istirahat satu malam lagi sebelum kembali ke Jakarta. Pagi harinya, kami dijemput dan diantar kembali ke Terminal Bobotsari. Saran penting untuk perjalanan pulang ke Jakarta: Usahakan naik bus tujuan Jakarta itu lebih pagi ya untuk war tiketnya, (kalo memang belum beli). Jangan terlalu siang, apalagi jam 10-11 siang ke atas. Informasi yang saya dapat, bus tujuan Jakarta di siang hari itu tidak ada. Adanya di pagi hari, atau nanti sore menuju malam. Jadi, atur waktu keberangkatan dari basecamp agar pas dengan jadwal bus pagi atau sore/malam. Untuk harga tiketnya bervariasi lah ya tergantung busnya juga, dulu saya dapat di harga 120.000 sudah lumayan lah.

Akhirnya, kami tiba kembali di Jakarta pada pukul 19.00 malam di tanggal 29 Juni 2025, sehari sebelum keesokannya kembali ke rutinitas kerja, kerja, kerja, dan kerja. Jadi, total perjalanan kami adalah 3 hari 3 malam. Semoga cerita dan tips ini bermanfaat buat kalian yang berencana mendaki Gunung Slamet via Bambangan dari Jakarta dan sekitarnya! Persiapkan semua kebutuhannya dan selamat mendaki dan nikmati setiap momennya!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar